Friday, July 29, 2022

book. NAMA DAN ATRIBUT ALLAH

First book yang akan gue bahas adalah buku Teologi yang ditulis Kak Kiven dan papi. Buku ini masih jauh dari sempurna karena sebenarnya ini adalah isi thesis kak Kiven yang diterbitkan, sehingga saat membaca-pun agak monoton dan ga menarik.



I choose this book simply because I just finished reading it (of course dengan on off selama hampir 7 tahun lol), tapi buku ini kembali gue baca karena ada satu lagu yang gue suka banget, yang baru aja di released oleh JPCC dengan judul, "Jehovah Jireh". Masalahnya, walau gue suka banget sama lagu itu, lirik dan melodinya indah, ada satu kesalahan fatal, kesalahan penyebutan nama Tuhan. Dan ini adalah salah satu point dari buku yang akan gue bahas.

Gue ga akan kupas tuntas semua isi buku, karena nanti malah gue jadi re-write dan melanggar copyright hahaha.. Lagian seginimanapun orang buat kesimpulan, tetap lebih seru baca sendiri ga sih? Karena gue sering nemuin buku yang gue baca beberapa kali, menyampaikan pesan yang berbeda gitu.. Anyway ini point-point yang gue dapet dari pembacaan buku ini:

1. Bangsa Israel mengubah YHWH (berarti Dia adalah) menjadi Adonay (Tuhan) karena hukum ga boleh menyebut nama Tuhan dengan sembarangan. Tapi waktu kitab Ibrani di translate ke Bahasa Yunani (disebut Septuaginta atau angka Romawi LXX) dijaman Ptolemy II, kata Adonay ini di translate lagi jadi "Kurios". Makanya di perjanjian baru, kitab wahyu, yang di tulis dalam bahasa Yunani menyatakan Jesus Christ as Kurios.

2. Murid Martin Luther, si galatius pada tahun 1520 menggabungkan kata YHWH sama vocal nya Adonay, jadi terciptalah Jehovah. Pelafalanpun bisa gini juga karena si german ini ga bisa lafal huruf ibrani nya, penjelasan tentang ini ada dibuku dan ga akan gue tulis disini karena ribet, ada huruf ibrani nya segala, dan gue ga bisa ketik juga. Misalnya namanya Ronald Allen, terus jadi RNLD + AE, berubah jadi RaNeLD. Kan udah bukan nama yang sama. Ini juga yang terjadi di Jehovah.

3. Terjemahannya: El/Eloah/Elohim (God/Allah). Yahweh/YHWH (LORD/GOD). Adonay (Lord/Tuhan). Elohim  itu sama dengan 'theos' dalam perjanjian baru. Theos is God, a class noun that refer to any god or to the one true God, used of the Lord Jesus as true God. Di Perjanjian lama ada 2570 kali nama ini disebut, seperti El Elyon, El Shaddai, El Bethel, El Roi, El Elohe, dan El Olam. Yang perlu dicatat, ada Allah yang benar dan ada yang tidak benar (dewa, berhala, ilah, allah-allah), dan Elohim ini memperkenalkan dirinya di Genesis 1:1. Lalu di keluaran 3, Allah ini menyatakan namanya ke Musa dengan sebutan bahasa Ibrani YHWH atau Yahweh.

Pandangan ini sedikit berbeda dengan sepupu kita, mereka menyebut Tuhan dan namanya Allah. Sedangkan kita menyebut Allah dan namanya TUHAN (YHWH/LORD). (my own thought: Mungkin ini ada hubungannya ama translate dan bahasa di jaman itu, mungkin kalo gue baca buku yang menelitih namanya dari sudut pandang mereka, bisa ketemu alasannya kenapa beda terbalik gini.. Interesting yah!)

4. Saking bangsa Yahudi takut menghujat nama Allah, mereka mengganti dengan Adonay, dan ini digunakan sampai saat ini. Even kalo ahli Taurat tulis nama Allah, mereka akan menghancurkan pena yang digunakan. Padahal kalo ditilik dari akar kata di Imamat 3, kata "menghujat" dan "berkata" tuh beda.. Sedangkan mereka ngertinya menghujat sebagai berkata, sehingga tidak menyebutkan namaNya lagi.

5. "The Targums" adalah kitab terjemaah PL dari bahasa Hebrew ke Aramaic, gegara adanya pergantian kekuasaaan/kerajaan dari Babilonia ke Persia, ke Romawi. Waktu itu bahasa Aram (Aramaic) udah menggantikan bahasa Ibrani (Hebrew), kitab Daniel dan Ezra adalah contoh kitab yang ditulis dalam bahasa itu.

6. Yesus (Ibrani:Yeshua. Yunani: Iēsous) artinya Penyelamat (Juruselamat). Kristus (Yunani: Christos) artinya yang diurapi. Mesias/Al-Masih (Ibrani:mâshÿyach) artinya yang diurapi. Jadi Kristus itu adalah terjemahan bahasa yunaninya Ibrani Masyiakh. Yeshua Masyiakh = Iesou Christos = Penyelamat yang diurapi. Dikitab Wahyuh menyatakan ketritunggalanNya, "Yesus Kristus adalah TUHAN. (my own thought: jadi ngakak baca berita gimana buku PPKn kita ngebahasa ke tritunggalan kekristenan yang super ngaco...)

7. Ehyeh artinya 'Aku adalah', sedangkan untuk panggilan YWHW 'Dia adalah'. Pada waktu Allah menyatakn kepada Musa mengenai namaNya, Allah menyebut Ehyeh (Aku adalah Aku, I am Who I am, Ehyeh Asher Ehyeh), tetapi kalo Musa dan Bangsa Israel memanggil, mereka harus menyebut YHWH. (So my thought: gimana kalo YHWH bukan nama Tuhan? kan kalo Tuhan yang sebut pake Ehyeh (Aku adalah): Ehyeh Asher Ehyeh (Aku adalah Aku), sedangkan kalo musa dan bangsa israel jadi YHWH (Dia adalah). Berarti Tuhan ga kasih nama, cuma bilang "aku ini aku", yang kekal (Ibr: Olam)?)


Ok, mengenai atribut Allah nya ga akan gue bahas karena jujur aja buat orang awam pasti susah dicerna, banyak istilah teologi dan juga pembahasan konsep-konsep ahli teolog. So maybe bisa dibaca sendiri? Yang pasti pengertian dari atributNya juga akan mempengaruhi bagaimana hubungan kita denganNya.


Kesimpulan di bab akhir:

  1. Penting bagi orang percaya untuk menyebut nama Allah dengan benar, yaitu YHWH bukan Jehova. (Jadi Yahweh Yireh yah bukan Jehovah Jireh)
  2. Penting bagi orang percaya untuk tidak menggantikan semua kata Allah dalam alkitab dengan kata YHWH.
  3. Penting bagi orang percaya untuk tidak menggantikan semua kata Yesus Kristus dalam Alkitab dengan kata Yeshua Masyiakh.
  4. Penting bagi orang percaya untuk memahami bahwa Tuhan Yesus Kristus dan Para Rasul tidak mempermasalahkan kata YHWH ditulis KURIOS.
  5. Penting bagi orang percaya untuk mengerti dari bahasa Ibrani maupun Yunani sehingga Lembaga Alkitab Indonesia memakai kata TUHAN, Tuhan, ALLAH dan Allah di dalam Alkitab.
Notes buat me..
Ayok belajar Bahasa Ibrani nya biar ngerti kenapa nama Tuhan disebut YHWH, padahal artinya "Dia Adalah".

Wednesday, July 27, 2022

Hola!

Aku baru aja off dari dunia online beberapa hari, rasanya fresh banget! Planning nya pengen permanently delete account soon, pasti bakal lebih asik lagi tidak hidup di virtual world.
Dan karena belakangan ini sangat ga produktif, so I will use this blog sebagai sarana yang mendorong aku lebih produktif, yaitu baca buku. Susah banget buat habisin 1 buku, mostly cuma baca setengah, lalu ke distract, dan lupa. Makanya mulai sekarang, aku pengen catet poin-poin dari buku-buku yang udah lama berdebu karena cuma di pajang. Hopefully bisa jadi blog berguna buat orang lain yang selintas lewat, ga cuma tong sampah isi otak.
Buku yang di baca juga variatif, bisa dari yang jelas ampe ga jelas, walau mostly kalo ga self-help (tolong! tolong...!), yah yang berhubungan dengan teologi karena walau ga jelas gini, aku masih kepo sama dunia spritualitas haha...

Enjoy!