Wednesday, August 31, 2022

rubbish. wake up get up show up.

Satu bulan ini gue hidup kayak sultan versi me, beli apa yang gue pengen dan makan apapun yang gue ngidam. Semuanya ga ada bumbu bersusah-susah, bekerja keras, atau usaha.. Beneran menikmati hidup gue, dan gue pikir 'kalo hidup seperti ini, ga ada struggle, maybe I will be the happiest person on earth'. Ternyata si vera dodol emang beneran dablek, hasil percobaannya membuktikan hipotesanya ngaco pol.


BOSEN. Satu bulan yang terasa sangat lama.

Ini kata yang tepat buat menggambarkan hidup gue lately. Semua bisa didapatkan dengan mudah, kebutuhan primer gue terpenuhi, kebutuhan secondary juga, emang sih ga sampe ke tersier karena gue juga ga merasa itu perlu. Tapi tetap aja, 2 kebutuhan itu membuktikan kalo gaya hidup gue bukanlah masyarakat low class, yah udah masuk ke middle lah.. Padahal income nihil hahaha.. Bisa bayangin yah gimana kelakuan si besar pasak daripada tiang ini, ga peduli semuanya, tapi akhirnya merasa bosen dan hidupnya sia-sia.

'I am fat and that's okay' jadi mantra gue buat asik makan junkfood dan ga gym, sampe bentar lagi bisa buka toko khusus jual 'totebag' McD.. Haha... Hasilnya apa? Makin mager... Makin lambat dalam bergerak, otak juga makin males mikir.. Akhirnya merasa kesal karena bajunya mengecil!

'I am taking a break from life', dengan alasan lelah setelah tenaganya diperas oleh compenibelanda.. Hasilnya apa? Makin males dan tidak mau berusaha.. Bangun makin siang, tidur pas matahari terbit, dan ini membuat irama jantung gue ga beraturan kembali, muka pucat parah, dan jadi pro dalam wasting time doing nothing.

Intinya excuses yang ada semua hanya membuat gue makin ga berkembang, dan saat gue melihat 'I don't live up to my potential', jiwa perfectionist nya kumat, si ENTP mulai critic terus, sedangkan si depresi mulai mengintip dari jendela bersama anxiety. Sehingga gue makin marah dengan diri sendiri dan akhirnya terjadi lah procrastination yang menjadi-jadi untuk menghindari diri dari feelings, dan semakin merasa hidup tak berarti. Disini gue sadar, gaya hidup ini mengarahkan diri gue untuk kembali ke masa depresi jaman dulu. Dan ini harus di STOP ASAP!

Buku yang gue lagi baca jadi tertunda hanya 10 halaman pertama, padahal niatnya mau review disini.. Project yang katanya 'aku mau usaha aja ga mau kerja lagi' tenggelam tak tersentuh, seperti membuang uang ke investasi bodong.

Tetap ga boleh terlalu keras ke diri sendiri, cuma bukan akhirnya menjadi excuse untuk do nothing. Kemarin aku udah permanently off sosmed, udah cut some toxic people juga, I need to get back on track, balik lagi satu persatu di kerjakan. Kejadian ini membuat aku mikir, sepertinya aku memang bukan tipe wanita rumahan yang diam di rumah, aku tipe yang suka aktif dengan kesibukan. Semoga kalo memang nanti aku berkeluarga, aku bisa berbisnis kecil-kecilan atau membantu my hubby aja kali yah, supaya keluarga ga di neglected karena susah multitasking, but at the same time aku juga ga sakit jiwa karena merasa membuang banyak waktu do nothing nungguin anak ma suami pulang.. Haha.. Kebanyakan mikir ih! 

Hhhhhh sekarang rasanya setelah menulis ini, haze di otaknya mulai memudar, like 'I know what I have to do now!"

I know you don't wanna compete with anybody, ver, but please.. compete with your-yesterday-self! Focus on progressions instead of perfections!